Administrator
2020 04 23

AGENDA AKHIR TAHUN

Selengkapnya
Administrator
2020 04 26

Assalamu'alaikum Wr Wb

Para Siswa SMK Budi Bakti Ciwidey Kelas X dan XI

berdasarakan Surat kepala Dinas Provinsi Jawa Barat Nomor : 443/ 5037 – Set.Disdik, Tanggal : 23 April 2020 tentang Kegiatan pembelajaran pendidikan karakter pengembangan nilai-nilai keagamaan sesuai agama yang dianut (kegiatan amaliah Ramadhan bagi siswa muslim), maka dengan ini SMK Budi Bakti Ciwidey melaksanakan :

1. Pada Tanggal 27-30 April 2020 Tausiyah Ramadhan Pukul 09.00 - 11.00 WIB Live di zoom 

masing masing terkoneksi pada Zoom Meeting server


Meeting ID : 204-481-7308 

Password  : 12345

Absensi Berlaku untuk penilaian Karakter dan PABP dibagikan di chat zoom meeting setiap pertemuan berbeda, Tugas Siswa adalah 


a. Para Siswa Menyimak, memperhatikan dan meresume hasil dari Tausiyah Ramadhan 

b. Para Siswa Mengupload/mengirimkannya ke Link Penugasan 1-4 (selama 4 hari)

c. Dilembar Pertama tulisan hasil resume di catat (Pertemuan, Nama, kelas, Nama 

Penceramah, dan tema dari tausiyah) 

d. Para siswa mengirim ke Folder penugasan yang disediakan bukan pada kolom komentar.


2. Pada Tanggal 1-20 Mei 2020;

a. Para siswa mengupload/mengirimkan photo kegiatan perharinya yang terdiri dari amalan- amalan di bulan Ramadhan 1441(contoh: saur, sholat 5 waktu, tadarus, buka puasa, dan tarawih)

b. Para siswa mengirim ke Folder penugasan yang disediakan bukan pada kolom komentar.Selengkapnya

Administrator
2020 11 13

Mempersiapkan AKM Menuju Sekolah Berkualitas - Pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program kesetaraan jenjang dasar dan menengah.

Mutu Diukur Dengan 3 Instrumen 

  • Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

Mengukur literasi membaca dan numerasi

  • Survei Karakter (SK)

Mengukur sikap, kebiasaan, nilai-nilai sebagai hasil belajar non kognitif

  • Survei Lingkungan Belajar (SLB)

Mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran

Mengapa Literasi dan Numerasi

  1. Literasi membaca dan numerasi adalah DUA KOMPETENSI MINIMUM bagi siswa untuk belajar sepanjang hayat & dapat berkontribusi kepada masyarakat
  2. Menurut studi nasional & internasinal, tingkat literasi siswa Indonesia masih rendah

Mengapa Survei Karakter

  1. Pendidikan bertujuan mengembangkan potensi siswa secara utuh
  2. Asesmen nasional mendorong mengembangkan sikap, nilai dan perilaku yang mencerminkan Pancasila

Profil dan Kelebihan AKM

  1. Tidak dilakukan berdasarkan mata pelajaran atau penguasaan materi kurikulum
  2. Tidak membedakan peminatan
  3. Siswa mendapat soal yang mengukur kompetensi yang sama
  4. Keunikan konteks beragam materi kurikulum lintas mapel dan peminatan (ragam stimulus)
  5. Penguasaan terhadap 2 kompetensi (literasi dan numerasi)
  6. Dilakukan agar sesuai dengan standar internasional seperti PISA
  7. AKM dilaksanakan secara adaptif
  8. Tidak ada kisi-kisi
  9. Keberhasilan AKM tidak melalui proses drilling soal-soal 

Dampak AKM

  1. Memperbaiki budaya belajar (diharapkan)
  2. Tidak ada dikotomi antara mapel UN dan mapel non UN
  3. Tidak ada mapel utama dan mapel pelengkap
  4. Tidak ada percepatan materi/bimbingan intensif
  5. Meningkatkan proses pembelajaran

Peserta AKM

  1. Untuk persekolahan, pesertanya siswa kelas 5,8, dan 11 (dipilih secara acak)
  2. Untuk pendidikan kesetaraan, pesertanya siswa kelas 6, 9 , 12 (yang memerluan)
  3. Setiap peserta mengerjakan AKM, SK, dan SLB

Contoh Soal Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) - Asesmen Nasional pada tahun 2021 dilakukan sebagai pemetaan dasar (baseline) dari kualitas pendidikan yang nyata di lapangan, sehingga tidak ada konsekuensi bagi sekolah dan murid. “Hasil Asesmen Nasional tidak ada konsekuensinya buat sekolah, hanya pemetaan agar tahu kondisi sebenarnya.

Sangat penting dipahami terutama oleh guru, kepala sekolah, murid, dan orang tua bahwa Asesmen Nasional untuk tahun 2021 tidak memerlukan persiapan-persiapan khusus maupun tambahan yang justru akan menjadi beban psikologis tersendiri. Tidak usah cemas, tidak perlu bimbel khusus demi Asesmen Nasional  Mendikbud melanjutkan, AKM dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi. Kedua aspek kompetensi minimum ini, menjadi syarat bagi peserta didik untuk berkontribusi di dalam masyarakat, terlepas dari bidang kerja dan karier yang ingin mereka tekuni di masa depan.

Fokus pada kemampuan literasi dan numerasi tidak kemudian mengecilkan arti penting mata pelajaran karena justru membantu murid mempelajari bidang ilmu lain terutama untuk berpikir dan mencerna informasi dalam bentuk tertulis dan dalam bantuk angka atau secara kuantitatif Bagian kedua dari Asesmen Nasional adalah survei karakter yang dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.


DOWNLOAD CONTOH SOAL AKM


Sumber: https://www.smk1batang.sch.id/artikel.php?artkd=e43594739e63fb6e4f47bc0d2e761f95&mempersiapkan-akm-menuju-sekolah-berkualitas

Selengkapnya
Administrator
2020 11 13

Tentang AKM

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM, yaitu literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Baik pada literasi membaca maupun numerasi, kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi. AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten.

Literasi membaca didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia serta untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.

Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia.

Tujuan AKM

Dalam pembelajaran terdapat tiga komponen penting, yaitu kurikulum (apa yang diharapkan akan dicapai), pembelajaran (bagaimana mencapai) dan asesmen (apa yang sudah dicapai). Asesmen dilakukan untuk mendapatkan informasi mengetahui capaian murid terhadap kompetensi yang diharapkan. Asesmen Kompetensi Minimum dirancang untuk menghasilkan informasi yang memicu perbaikan kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya dapat meningkatkan hasil belajar murid. Pelaporan hasil AKM dirancang untuk memberikan informasi mengenai tingkat kompetensi murid. Tingkat kompetensi tersebut dapat dimanfaatkan guru berbagai mata pelajaran untuk menyusun strategi pembelajaran yang efektif dan berkualitas sesuai dengan tingkat capaian murid. Dengan demikian “Teaching at the right level” dapat diterapkan. Pembelajaran yang dirancang dengan memperhatikan tingkat capaian murid akan memudahkan murid menguasai konten atau kompetensi yang diharapkan pada suatu mata pelajaran. 


AKM dan Implikasinya Pada Pembelajaran selengkapnya dapat didownload DISINI

Level Pemebelajaran dapat dilihat DISINI

Sumber: 
https://pusmenjar.kemdikbud.go.id/akm/

Selengkapnya
petugas
2020 05 01

Rapat Pleno Kelulusan Kelas XII SMK Budi Bakti Ciwidey Tahun Pelajaran 2019/2020 berjalan mulus meskipun, situasi dan kondisi social distance, 

Selengkapnya